"tolong dipertimbangkan lagi jika ingin menahan anak sekolah atau dengan cara yang lebih baiklah sehingga tidak menghambat keinginan mereka untuk menuntut ilmu" ini adalah Salah satu saran, komentar atau bisa jadi mungkin kritikan yang masuk dirubrik interaktif SMS pembaca salah satu koran terkemuka dikota anging mammiri yang pernah diterima Satuan Lalu Lintas Polres Gowa isi tepatnya sebagai berikut :
"Salam sejahtera, setiap pagi diwilayah sekitar gowa, khususnya ataupu dimana saja, saya biasa melihat pak polisi menahan anak-anak sekolah. Apakah Bapak tidak berpikir atau tega? Mereka terburu-buru ke sekolah tapi dijalan, mereka diperlambat, misalnya ditahan otomatis mereka diperlambat dan akibatnya tidak dimasukkan ke sekolah atau kelas. Bagaimana jika anak atau keluarga bapak yang ditahan? Terlepas dari pelanggaran mereka, tolong dipertimbangkan lagi jika ingin menahan anak sekolah atau dengan cara yang lebih baiklah sehingga tidak menghambat keinginan mereka untuk menuntut ilmu"
Penanganan pelanggaran lalu lintas oleh pelajar merupakan salah satu prioritas oleh Satlantas Polres Gowa, hal tersebut didasari mengingat banyak kecelakaan selama dua tahun terakhir ini di wil. Hukum Polres Gowa yang melibatkan usia muda yang notabenenya mereka yang berstatus pelajar baik sebagai korban ataupun tersangka dengan menggunakan sepeda motor, sedangkan menyinggung bentuk bijak penanganan yang telah lakukan oleh Satlantas Polres Gowa selain karena memang belum sepatutnya mereka mengendarai sepeda motor (tidak memiliki SIM) kebanyakan dari pelajar ini tidak memenuhi kelengkapan mereka seperti penggunaan helm standar yang oleh petugas kami dilapangan kendaraan mereka harus diamankan di Satlantas Polres Gowa dan selanjutnya dilakukan pemanggilan kepada orangtua untuk dilakukan pembinaan, dan ini merupakan upaya terakhir sebelum sampai pada bentuk penindakan secara yuridis menggunakan Tilang, sebelumnya baik secara langsung pada saat sosialisasi disekolah-sekolah atau melalui spanduk, media cetak dan elektronik (blog ini termasuk kodong) Satlantas berulang kali menghimbau kepada para pelajar, orang tua dan pihak sekolah agar tidak membenarkan anak-anaknya (siswa) yang belum memenuhi persyaratan untuk tidak menggunakan sepeda motor mengingat bahaya dan resiko yang dapat terjadi baik kepada dirinya sendiri maupun kepada orang lain karena pada dasarnya mereka ini masih anak-anak yang masih dalam tahap pencarian identitas dengan tingkat ketelitiannya(emosional) yang tidak sama dengan orang dewasa sehingga mudah terpancing ugal-ugalan bahkan cenderung nekat, alibi untuk mereka menggunakan sepeda motor karena takut terlambat kesekolah, menurut hasil observasi Satlantas Polres Gowa dilapangan dan pernyataan beberapa orang tua yang telah dilakukan pembinaan sebenarnya bukan alasan yang tepat dan bijak khususnya di kab. Gowa dimana hampir seluruh penggal jalan sudah terlayani moda transporatasinya seperti angkutan kota (mickrolet), becak bahkan sampai dengan ojek untuk mengantarkan mereka kesekolah guna menuntut ilmu kecuali mereka gengsi karena menganggap menggunakan sepeda motor ke sekolah adalah sebuah trend dan keharusan dan bahkan sebaliknya dengan menggunakan sepeda motor mereka justru tidak masuk ke sekolah melainkan ke tempat lain sebagaimana sering dijumpai oleh petugas (termasuk saya juga nah) dilapangan anak-anak berseragam sekolah berada di jalan ketika jam belajar dan ketika mereka ditanya dengan lugunya menjawab “mau pergi fotokopi pak” bukankah hampir disetiap sekolah memiliki tempat fotokopi disekelilingnya. Semuanya kembali kepada saudara (i) SMS pembaca khususnya kepada orang tua pelajar karena tentunya orang tua yang cerdas, tahu apa kebutuhan anak dan bijak dalam memberikan, sekolah bukan urusan gengsi, cepat sampai sekolah dengan sepeda motor bukan sebuah jaminan, namun bagaimana menciptakan generasi yang cerdas, taat dan disiplin terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.

0 komentar:
Posting Komentar